<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indonesian Community in Wollongong</title>
	<atom:link href="http://indowollongong.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indowollongong.wordpress.com</link>
	<description>unity in diversity</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Aug 2011 10:10:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='indowollongong.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Indonesian Community in Wollongong</title>
		<link>http://indowollongong.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://indowollongong.wordpress.com/osd.xml" title="Indonesian Community in Wollongong" />
	<atom:link rel='hub' href='http://indowollongong.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>We are what we eat</title>
		<link>http://indowollongong.wordpress.com/2011/08/23/we-are-what-we-eat/</link>
		<comments>http://indowollongong.wordpress.com/2011/08/23/we-are-what-we-eat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 10:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andi Arsana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indowollongong.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah laporan pandangan mata Obras PPIA Gong 15 Agustus 2011 Suasana ruang 2 lantai 1 di building 11 UoW sudah mulai agak ramai pada jam 3 sore. Mas Ahmad, Pak Miftadi, Luhur dan Dhanny nampak bercakap-cakap santai. Saya datang agak terlambat, maklum dari Innovation Campus dan bukan penduduk tetap Main Campus sehingga wajar kalau tersesat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=296&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:justify;">Sebuah laporan pandangan mata Obras PPIA Gong 15 Agustus 2011</p>
<div id="attachment_297" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://indowollongong.files.wordpress.com/2011/08/mercury.jpg"><img class="size-full wp-image-297" title="mercury" src="http://indowollongong.files.wordpress.com/2011/08/mercury.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Mbak Emma yg nampang di Mercury</p></div>
<p style="text-align:justify;">Suasana ruang 2 lantai 1 di building 11 UoW sudah mulai agak ramai pada jam 3 sore. Mas Ahmad, Pak Miftadi, Luhur dan Dhanny nampak bercakap-cakap santai. Saya datang agak terlambat, maklum dari Innovation Campus dan bukan penduduk tetap Main Campus sehingga wajar kalau tersesat mencari ruang dalam gedung baru. Belakangan ternyata ada penduduk asli yg juga telat. Kita akan sampai pada cerita ini nanti.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-296"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Seingat saya, diskusi sebenarnya mulai jam 3 tetapi ternyata email yang nyampai ke anggota PPIA beda-beda. Mas Mawardi yang datang bersama Mas Lukman, yakin kalau diskusinya jam setengah empat *smile*. Yang lebih menarik, artis utama diskusi juga datang setelah jam 3. Tapi bisa dimaklumi karena rupanya para pembicara melakukan persiapan khusus. Mas Arief yang kemudian jadi pembicara mengenakan kemeja rapi yang sepertinya disetrika. Untuk ukuran di Wollongong, mengenakan baju disetrika ini sudah tergolong super rapi. Rupanya beliau nyetrika baju dulu sebelum presentasi. Mbak Emma sendiri, selebritis kita, datang beberapa saat setelah Mas Arief. Alasannnya, sulit menemukan ruangan diskusi. Ini yang saya bilang, penduduk asli yang tersesat di kampus sendiri *smile lagi*.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum diskusi dimulai, obrolan serupun berjalan. Dhany terlihat senang karena akhirnya bisa bertemu dengan ‘single’ yang sempat jadi gossip di milis *melirik mbak Mel*. Yang lebih senang lagi tentu saja Pak Presiden PPIA yg ngaku-ngaku dan ngajak2 saya jadi single juga. Dalam beberapa menit, berdatanganlah peserta lain diantaranya Mb Iis dan Pak Samsul. Sementara di Bung Sam sudah duluan dan tidak henti-hentinya berkelakar. Saya masih ingat salah satu kelakarnya “Sebagus-bagusnya Pak Bagus, lebih luhur Mas Luhur” katanya. Nama orang Bali memang keren-keren rupanya. Luhur akhirnya terpaksa harus pergi sebelum diskusi dimulai. Dia pergi karena ada kelas, bukan karena digoda Bung Sam.</p>
<p style="text-align:justify;">Mas Ahmad membuka diskusi dan kemudian menyerahkannya moderasi Pak Miftadi. Pak Mif sempat memaparkan idenya tentang Obras yang sangat menarik yaitu dengan menghadirkan pembicara dari luar dengan berbagai topic. Satu yang disoroti Pak Mif adalah apakah nama ‘Obras’ ini perlu diganti, karena nama ini mungkin kurang ‘menjual’ kalau ditulis di sertifikat pembicara. Takutnya nggak bisa dipakai untuk KUM. Hm.. dari sini saya bisa menduga beliau ini seorang dosen. Tapi kalau saya pikir-pikir, kata Obras memang bisa disalahartikan. Jangan-jangan pembicara yang mendapat sertifikat Obras dikira kerja di garmen, lagi. Jadi gak mungkin dapat KUM. Pak Mif juga menyebut salah satu tema menarik untuk didiskusikan nanti misalnya adalah ‘menuju 2014’. Tadinya saya pikir ini tentang PilPres tetapi ternyata itu tahun kelulusan beliau dari Gong. Bener begitu Pak? *smile*</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti film Speed (1994) yang katanya menegangkan dari menit pertama sampai detik terakhir, diskusi tadi menarik dari slide pertama hingga slide terakhir. Mas Arief sudah menghebohkan suasana saat membuka presentasi dengan definisi ikan. Ternyata, ikan, menurut Pasal 1 Undang-Undang 45 tahun 2009, adalah “segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan”. Tentu saja ini menyinggung saya karena saya hobi berenang. Tetapi untunglah Mas Arief tidak mengklasifikasikan saya ke dalam definisi ini. Ternyata belakangan saya tahu alasannya adalah karena saya tidak mengandung cukup Omega-3. Ketika Mbak Mel nyeletuk “berarti rumput laut termasuk ikan dong”. Mengejutkan, jawabannya “ya” dan tentu saja membuat orang-orang awam seperti saya jadi terpana dan takjub. Sementara itu Mbak Rika, senyum-senum saja di samping Mbak Mel. Mas Mawardi kemudian menambahkan, memang kalau di Jawa, semuanya disebut ikan. Kadang krupuk juga disebut ikan, ayam juga. Ini terbukti dari kebiasaan mengatakan “makan pakai ikan krupuk”.</p>
<p style="text-align:justify;">Mas Arief menyampaikan banyak hal yang menarik dan mencerahkan. Secara rinci beliau menginformasikan luas perairan Indonesia dan kemudian produksi perikanan Indonesia dibandingkan negara-negara lain. Menariknya, negeri kepulauan ini ternyata masih di bawah Vietnam dalam hal produksi ikan. China tentu saja masih nomor 1, meskipun ada yang berkelakar, produksi China bisa tinggi karena suka nyuri ikan di tempat kita. Entah benar entah tidak. Menariknya, produksi ikan terbesar Indonesia adalah dari hasil tangkapan, bukan budidaya. Katanya sih pemerintah, dalam hal ini Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengusahakan peningkatan ikan hasil budi daya. Informasi berikutnya yang disampaikan adalah konsumsi ikan oleh masyarakat Indonesia yang ternyata masih tergolong rendah. Saya sendiri lupa angka-angkanya. Sebenarnya banyak sekali informasi menarik yang disampaikan Mas Arief, tetapi mohon maklum, saya tidak membawa catatan jadi mengandalkan ingatan yang sudah mulai menua *lebaydotcom*.</p>
<p style="text-align:justify;">Btw, di tengah presentasi, Mbak Dian datang dengan Faisal, anggota PPIA termuda. Luar biasa, Mbak Dian bisa bergabung diskusi meskipun abis jemput putranya. Beliau ini mungkin satu saja dari mahasiswa Indonesia di luar negeri dengan profil yang sangat tipikal. Kita semua terbiasa dengan kegiatan seperti masak, nganter-jemput anak, ikut diskusi, buka puasa, bersih-bersih rumah, dan Sunday Market di Dapto. Selain semua kegiatan utama itu, kita juga punya hobi yang mirip yaitu ‘nulis tesis’ *smile miris*</p>
<p style="text-align:justify;">Di akhir presentasinya, Mas Arief memberikan beberapa <em>provocative questions</em> terkait produksi, pengolahan, konsumsi dll. Salah satu pertanyaan yang dilempar dalam diskusi adalah adakah keterkaitan antara kualitas ikan dengan cara penangkapannya. Lebih spesifik Mas Arief melempar pertanyaan terbuka, apakah ada perbedaan kualitas antara ikan yang ditangkap secara nggak bener (Illegal, Unregulated, Unreported [IUU] Fishing) dengan ikan hasil tangkapan menggunakan cara yang semestinya. Seandainya saja ada yang meneliti dan membuktikan bahwa ikan yang ditangkap dengan cara yang nggak bener itu kualitas gizinya rendah, tentu ada satu lagi alasan untuk menghentikan IUU fishing.</p>
<p style="text-align:justify;">Mbak Emma melanjutkan diskusi dengan menyampaikan pemaparannya soal n-3 LCPUFA. Teman-teman pasti banyak yang tidak tahu apa itu n-3 LCPUFA. Makanya datang diskusi dong *smile* Setelah dijelaskan oleh Mbak Emma, ternyata itu singkatan dari “long-chain n-3 polyunsaturated fatty acids” (serius, saya nggak copas dari internet lo ini). Tahu nggak apa itu artinya? Baiklah saya jelaskan… tapi daripada terjadi kekacauan dan salah mengerti, silakan Tanya Pak Google. Tapi jangan lupa, pilih artikel dari Google Scholar ya *smile* Intinya, beliau juga menjelaskan kenapa akhirnya ada nama Omega-3 sambil menunjukkan sebuah simbol ikatan kimia karbon yang mengingatkan saya pada masa remaja saat SMA.</p>
<p style="text-align:justify;">Mbak Ema membuka presentasinya dengan menyajikan empat gambar hidangan. Untung saya nggak puasa karena semua gambar itu menggoda sekali. Ternyata dengan menampilkan itu, Mbak Emma hendak menyampaikan bahwa “we are what we eat”. Sebagai anak kos dan bujang, tentu saja tagline ini menyindir saya. Mendengar ini, dalam hati saya menambahkan “I am Indomie”. Secara inspiratif Mbak Emma menyampaikan bahwa “makanan adalah investasi”. Kita akan menuai hasil di kemudian hari sesuai dengan yang kita makan (bukan apa yang kita tabung). Pelajaran moral ala Ikal di Laskar Pelangi: lebih baik banyak makan daripada banyak menabung *smile lagi*</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan cekatan Mbak Emma menampilkan berbagai informasi ilmiah yang sangat detil. Yang saya ingat, beliau berbicara tentang sel makhluk hidup. Kenangan saya jadi melayang ke masa lalu, saat-saat remaja naksir teman sekelas di SMA sambil menghafalkan bagian-bagian sel. Ngomong-ngomong, mitokondria adalah bagian sel tempat berlangsungnya pernafasan atau respirasi. Saya nggak ngambil dari wikepedia lo. Sumpah!</p>
<p style="text-align:justify;">Yang pasti Mbak Emma menjelaskan bahwa Omega-3 ini merupakan bagian penting yg membentuk sel. Dari sebuah gambar atlas anatomi yang ditampilkan, nampak bahwa konsentrasi sel terbayak ada di tiga tempat yaitu di otak, mata dan jantung. Dalam bahasa awam, Omega-3 super penting bagi perkembangan dan eksistensi ketiga organ tubuh kita tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagian yang paling menarik tentu saja adalah sumber utama Omega-3 itu sendiri yang dalam hal ini adalah ikan. Saya jadi inget lagi idenya Mas Arief. Mungkin ada yang tertarik meneliti bagaimana kaitannya tingkat stress ikan yang ditangkap dengan cara nggak bener dengan kandungan Omega-3. Kalau ternyata berpengaruh signifikan, kita tinggal minta tolong pemerintah Australia untuk ‘ngeban’ mereka yang menangkap ikan tanpa memperhatikan peri-keikanan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  *smile* Diam-diam, saya lirik Pak Pipit di depan, rupanya beliau sudah memikirkan proposal S3 dengan topik baru. Jadi pindah jurusan Pak Pipit?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah slide-nya Mbak Emma menampilkan bahwa Ikan mengandung Omega-3 dalam jumlah yang jauh lebih tinggi daripada bahan makanan lain. Selanjutnya beliau menampilkan satu slide lain yang menunjukkan perbandingan kandungan Omega-3 pada berbagai jenis ikan. Ternyata Mackerel menempati urutan pertama dan tuna (kalau tidak salah) menempati urutan terakhir. Mas Ahmad jadi agak tersindir karena spageti yang disiapkan untuk hidangan berbuka sore itu ternyata berisi ikan tuna. Tenang aja Mas Ahmad, tetap enak kok *smile*.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu fakta menarik yang diungkap Mbak Emma adalah bahwa ikan memproduksi Omega-3 itu sebenarnya dari alga (rumput laut) yang dikonsumsinya. Mendengar ini, Mas Lukman mengajukan pertanyaan cerdas, “mengapa kita tidak makan alga saja, kan dapat dari sumbernya langsung”. Mbak Emma menjawab tak kalah cerdas dan kali ini agak diplomatis, bahwa ini terkait juga dengan kebiasaan dan kultur makan masyarakat. Ikan sudah diterima sebagai bagian dari makanan pokok sedangkan alga belum. Terus terang saya sempat khawatir, jangan-jangan Mbak Emma menganalogikan bahwa “daging sapi itu berasal dari rumput yang dimakan sapi, tetapi kita tidak akan makan rumput to.” Untunglah itu hanya pikiran nakal saya saja dan tidak sempat saya ungkapkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkait suplemen yang mengandung Omega-3, Mbak Emma memberikan pencerahan juga bahwa kita perlu hati-hati memeriksa kandungannya. Inti dari yang disampaikan Mbak Emma adalah bahwa yang terbaik tentu saja adalah makan ikan. Tapi perlu dimaklumi juga, perilaku orang Indonesia kadang menarik. Banyak hal dilakukan karena menggunakan pendekatan life style. Orang mengkonsumsi suplemen Omega 3 karena lyfe style. Orang naik sepeda bukan karena global warming atau climate change, tetapi karena naik sepeda itu keren dan gaya. Mungkin tidak sedikit yang menganggap bahwa makan ikan itu tidak leih baik dari mengkonsumsi tablet Omega-3 yang harganya mahal itu. Mbak Mel di sebelah saya nyeletuk “mending makan ikan dong, sudah murah, lebih banyak Omega-3 nya, enak lagi”. Betul sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak banget ilmu yang saya peroleh selama ikut Obras sore kemarin. Sekali lagi saya tidak bawa catatan jadi tidak semua berhasil saya ingat. Informasi lebih mantap tentu bisa diperoleh dari presenter kita berdua: Mas Arief dan Mbak Emma. Btw, nama asli mbak Emma itu [ternyata] Setya Rahma to, baru ngeh saya *smile*</p>
<p style="text-align:justify;">Dari semua yang seru sore kemarin, yang paling seru tentu saja buka puasanya. Jadi ingat Kiai sejuta umat Zainuddin MZ “berbuka puasa dengan dua butir kurma dan segelas teh manis sudah cukup”. Sore kemarin, teh manis diganti juice apple dan atau jeruk. Selama makan berlangsung, diskusi tidak berhenti. Saya sangat menikmati interaksi kasual dan ilmiah semacam itu. Makan tetap jalan, diskusi tetap gayeng. Perut kenyang, ilmu berlimpah. Mantap sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Diskusi ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pembicara. Ada usul agar sertifikatnya direvisi agar ada kata-kata seminar agar bisa digunakan untuk KUM dalam rangka kenaikan pangkat. Saya yakin, yang ngusul itu pasti yang pegawai negeri dan dosen seperti saya ini *smile*. Setelah adegan foto-foto dan ngobrol sana sini, saya menyampaikan ajakan untuk berpartisipasi di KIT PPIA NSW (<a href="http://www.ppiansw.org/" target="_blank">www.ppiansw.org</a>). Apa yang disampaikan Mbak Emma dan Mas Arief sangat layak diperdengarkan pada mahasiswa Indonesia lainnya di NSW dan Australia umumnya. Saya harap beliau berdua dan teman-teman di Gong bisa presentasi di Sydney nanti tanggal 15 Oktober 2011.</p>
<p style="text-align:justify;">Oh ya, saya lupa cerita tadi. Saat buka puasa berlangsung, Dhany sumringah lagi. Pasalnya ‘another single’ baru bergabung, tidak lain dan tidak bukan: Indah Sari *smile*. Dhan, sudah nggak penasaran kan sekarang? Maka demikianlah, diskusi sore kemarin memang memikat dari pertama hingga akhir. Sampai jumpa di diskusi berikutnya.</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">PS. Tulisan ini adalah pengamatan subyektif saya atas aktivitas teman-teman PPIA Wollongong. Kekurangakuratan informasi dalam tulisan ini, jika ada, murni adalah kesalahan saya.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indowollongong.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indowollongong.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indowollongong.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indowollongong.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indowollongong.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indowollongong.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indowollongong.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indowollongong.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indowollongong.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indowollongong.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indowollongong.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indowollongong.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indowollongong.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indowollongong.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=296&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indowollongong.wordpress.com/2011/08/23/we-are-what-we-eat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f83195a7b707c6842526c44081e727cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madeandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indowollongong.files.wordpress.com/2011/08/mercury.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mercury</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://indowollongong.wordpress.com/2011/08/15/belajar-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://indowollongong.wordpress.com/2011/08/15/belajar-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 15:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andi Arsana</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indowollongong.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lamanya, akhirnya blog ini diupdate juga. Tidak ada niat menyia-nyiakan apa yang sudah dimulai tetapi selalu saja ada alasan untuk tidak memutahirkan blog ini. KEMALASAN adalah salah satu alasan utama. Setelah posting terakhir di blog ini terkait Indonesia Day tahun 2009, sudah sangat banyak hal yang terjadi. Komunitas Indonesia di Wollongong juga sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=286&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 278px"><img src="http://indowollongong.files.wordpress.com/2011/08/bahasa-indonesia2.jpg?w=268&#038;h=218" alt="" width="268" height="218" /><p class="wp-caption-text">dipinjem dari blogspot</p></div>
<p style="text-align:justify;">Setelah sekian lamanya, akhirnya blog ini diupdate juga. Tidak ada niat menyia-nyiakan apa yang sudah dimulai tetapi selalu saja ada alasan untuk tidak memutahirkan blog ini. KEMALASAN adalah salah satu alasan utama. Setelah posting terakhir di blog ini terkait Indonesia Day tahun 2009, sudah sangat banyak hal yang terjadi. Komunitas Indonesia di Wollongong juga sudah berganti anggota beberapa kali. Yang lama, seperti saya, masih bertahan tetapi yang baru dan akhirnya pergi lagi juga sudah banyak sekali. Karena berbagai kesibukan, banyak hal yang tidak tercatat.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-286"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa saya akhirnya mengupdate blog ini lagi? Saya merasa berhutang budi pada blog ini. Secara konsisten, sejak dia diciptakan, saya selalu menerima email dari orang yang ingin tahu tentang Indonesia. Mereka menemukan informasi dari blog ini. Ada yang sekedar bertanya tentang Bali, ada yang mencari penari Indonesia, ada yang bertanya urusan jodoh dan bahkan ada yang bertanya soal Bahasa Indonesia. Hal terakhir ini yang paling berkesan.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari ada seseorang yang menghubungi saya, menanyakan  apakah ada orang yang bisa membantunya belajar Bahasa Indonesia. Tanpa basa-basi saya membalas emailnya, mengatakan bahwa saya tertarik untuk membantunya belajar Bahasa Indonesia. Dalam waktu singkat, saya mendapat telepon dari seorang perempuan 40an tahun. Dia ternyata sedang belajar Bahasa Indonesia di Sydney dan ingin memperdalam dalam bentuk percakapan. Merasa bukan guru Bahasa Indonesia sayapun menegaskan bahwa: 1) saya senang bisa membantu dia, 2) saya adalah seorang guru tetapi bukan guru Bahasa Indonesia, dan 3) saya adalah seorang penulis jadi memiliki pengetahuan yang cukup tentang Bahasa Indonesia. Intinya, saya tidak menjanjikan apa-apa tetapi bersedia bertemu untuk selanjutnya membiarkan dia menilai apakah saya layak mengajar dia atau tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu hari kami bertemu. Dalam waktu singkat dia mengiyakan bahwa saya bisa membantunya belajar Bahasa Indonesia. Dimulailah petualangan baru itu. Saya segera menjadi guru Bahasa Indonesia amatir. Ternyata tidak mudah menjelaskan Bahasa Indonesia kepada orang asing. Ada banyak hal yang dia tanyakan &#8216;<em>why</em>&#8216; dan tidak mudah bagi saya untuk menjawab. Sebagai penutur asli, saya tidak selalu berbahasa dengan alasan yang pasti. Penutur asli lebih banyak menggunakan perasaan dan ini tidak selalu bagus dampaknya jika harus mengajarkan bahasa tersebut kepada orang asing.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan berbekal tekad dan niat tulus, akhirnya saya bisa bertahan dengan baik. Murid saya sepertinya cukup senang dengan apa yang saya ajarkan. Dia lebih banyak bertanya tentang Bali karena obsesinya untuk tinggal di Bali suatu hari nanti setelah dia pensiun. Selain mendapatkan pengalaman yang sangat menyenangkan, tentu saja saya mendapatkan uang. Meski tidak banyak, saya merasa telah dibayar cukup banyak mengingat saya bukanlah guru Bahasa Indonesia dan tidak pernah berharap mendapatkan keuntungan dari usaha saya mencintai tanah air saya melalui Bahasa Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini tentu merupakan alasan yang cukup untuk saya kembali bergaul dengan blog ini. Selamat menikmati.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indowollongong.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indowollongong.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indowollongong.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indowollongong.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indowollongong.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indowollongong.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indowollongong.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indowollongong.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indowollongong.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indowollongong.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indowollongong.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indowollongong.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indowollongong.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indowollongong.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=286&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indowollongong.wordpress.com/2011/08/15/belajar-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f83195a7b707c6842526c44081e727cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madeandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indowollongong.files.wordpress.com/2011/08/bahasa-indonesia2.jpg?w=268" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Day</title>
		<link>http://indowollongong.wordpress.com/2009/09/30/indonesia-day/</link>
		<comments>http://indowollongong.wordpress.com/2009/09/30/indonesia-day/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 04:50:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andi Arsana</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[Undangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indowollongong.wordpress.com/2009/09/30/indonesia-day/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=284&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_283" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/09/batik_jpg.png"><img class="size-full wp-image-283" title="batik_jpg" src="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/09/batik_jpg.png?w=500&#038;h=375" alt="Indonesia memperingati batik" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Indonesia memperingati batik</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indowollongong.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indowollongong.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indowollongong.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indowollongong.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indowollongong.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indowollongong.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indowollongong.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indowollongong.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indowollongong.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indowollongong.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indowollongong.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indowollongong.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indowollongong.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indowollongong.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=284&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indowollongong.wordpress.com/2009/09/30/indonesia-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f83195a7b707c6842526c44081e727cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madeandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/09/batik_jpg.png" medium="image">
			<media:title type="html">batik_jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebersamaan yang Indah saat Hari Merdeka</title>
		<link>http://indowollongong.wordpress.com/2009/08/17/kebersamaan-yang-indah-saat-hari-merdeka/</link>
		<comments>http://indowollongong.wordpress.com/2009/08/17/kebersamaan-yang-indah-saat-hari-merdeka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 10:05:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andi Arsana</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indowollongong.wordpress.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[More photos&#8230; Lagu Indonesia Raya kembali berkumandang di Wollongong, Illawarra, Australia, sebagai rangkaian perayaan HUT RI ke 64. Perasaan ini serasa terbang melayang kembali ke tanah air, tempat kita dilahirkan dan dibesarkan. Mata ini tanpa terasa menitikan airmata, terharu dan syahdu menyanyikan lagu kebangsaan. Memang terasa sungguh lain jika kita menyanyikan lagu kebangsaan di perantauan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=278&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/08/hut64.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-279" title="hut64" src="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/08/hut64.jpg?w=500&#038;h=136" alt="hut64" width="500" height="136" /></a><a href="http://cid-1ce9d6326a47e9ac.skydrive.live.com/browse.aspx/HUT%20RI%2046%20Wollongong%202009" target="_blank">More photos&#8230;</a></p>
<p style="text-align:justify;">Lagu Indonesia Raya kembali berkumandang di Wollongong, Illawarra, Australia, sebagai rangkaian perayaan HUT RI ke 64. Perasaan ini serasa terbang melayang kembali ke tanah air, tempat kita dilahirkan dan dibesarkan. Mata ini tanpa terasa menitikan airmata, terharu dan syahdu menyanyikan lagu kebangsaan. Memang terasa sungguh lain jika kita menyanyikan lagu kebangsaan di perantauan ditengah-tengah warga yang rindu akan kampung halaman.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-278"></span><br />
Komunitas masyarakat Indonesia di Wolongong dan sekitarnya merayakan HUT RI ke 64 pada tanggal 16 Agustus 2008 di Campus East University of Wollongong. Apresiasi masyarakat Indonesia di Illawarra sangat tinggi, hal ini ditandai dengan membludak nya para warga yang datang dengan keluarga, saudara dan bahkan tetangganya. Partisipasi ini merupakan wujud kebersamaan seluruh masyarakat Indonesia di Illawarra dan terasa sangat indah. Antusiasme masyarakat bertambah dengan kehadiran Bapak Konjen RI dan pimpinan Garuda Indonesia di Sydney ditengah-tengah masyarakat yang sedang bersuka ria.</p>
<p style="text-align:justify;">Rangkaian perayaan didahului dengan berbagai perlombaan tradisional yang diikuti oleh hampir seluruh peserta masyarakat Indonesia maupun warga non Indonesia. Setidaknya banyak teman-teman manca negara (Australia, Vietnam, China, India, Korea Selatan, Philipina, Bangladesh, Malaysia, dll) ikut berbaur dengan masyarakat Indonesia untuk merayakan dan berbagi kebahagian dalam Perayaan ini. Sajian makan siang tersedia untuk dinikmati bersama, layaknya wisata kuliner nusantara. Selain itu hiburan berupa tari kreasi oleh anak2, tari bali dan suguhan lagu2 populer, daerah, keroncong, serta dangdut yang memaksa semua peserta untuk bergoyang sepanjang siang. Pembagian hadiah dan door prize menutup rangkai acara perayaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada kesempatan ini diinformasikan terbentuknya organisasi bagi masyarakat Indonesia yang ada di Illawara dan sekitarnya yang dikenal dengan Komunitas Indonesia di Wollongong atau Indonesia Community of Wollongong (ICW). Media komunikasi antar warga komunitas dapat melalui website yaitu <a href="http://indowollongong.wordpress.com/" target="_blank">http://indowollongong.wordpress.com/</a> atau mailing list <a href="mailto:indowollongong-subscribe@yahoogroups.com" target="_blank">indowollongong-subscribe@yahoogroups.com </a></p>
<p style="text-align:justify;">SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIA SEMOGA SEMAKIN JAYA, AMAN DAN SEJAHTERA</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indowollongong.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indowollongong.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indowollongong.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indowollongong.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indowollongong.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indowollongong.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indowollongong.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indowollongong.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indowollongong.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indowollongong.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indowollongong.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indowollongong.wordpress.com/278/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indowollongong.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indowollongong.wordpress.com/278/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=278&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indowollongong.wordpress.com/2009/08/17/kebersamaan-yang-indah-saat-hari-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f83195a7b707c6842526c44081e727cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madeandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/08/hut64.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hut64</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peringatan 17 Agustus di Wollongong</title>
		<link>http://indowollongong.wordpress.com/2009/07/28/peringatan-17-agustus-di-wollongong/</link>
		<comments>http://indowollongong.wordpress.com/2009/07/28/peringatan-17-agustus-di-wollongong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 12:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andi Arsana</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[Undangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indowollongong.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=276&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://wollongong.ppi-australia.org/images/Poster17an.jpg" alt="" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indowollongong.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indowollongong.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indowollongong.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indowollongong.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indowollongong.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indowollongong.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indowollongong.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indowollongong.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indowollongong.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indowollongong.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indowollongong.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indowollongong.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indowollongong.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indowollongong.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=276&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indowollongong.wordpress.com/2009/07/28/peringatan-17-agustus-di-wollongong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f83195a7b707c6842526c44081e727cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madeandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wollongong.ppi-australia.org/images/Poster17an.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Semangat Baru PPIA Wollongong</title>
		<link>http://indowollongong.wordpress.com/2009/06/10/semangat-baru-ppia-wollongong/</link>
		<comments>http://indowollongong.wordpress.com/2009/06/10/semangat-baru-ppia-wollongong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 11:40:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andi Arsana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indowollongong.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia Wollongong sebenarnya sudah ada sejak lama. Penggiatnya telah berganti dari satu generasi ke generasi berikutnya. Satu dua tahun belakangan ini, karena berbagai situasi, PPIA mengalami sedikit kelesuan. Meski demikian, pengurus PPIA yang dikomandani Yudhistira Rifki berhasil mempertahankan organisasi meski di tengah situasi yang tidak mendukung. Apreasiasi perlu diberikan kepada Kiki (demikian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=271&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 110px"><img src="http://www.jcu.ppi-australia.org/wp-content/uploads/2009/02/ppia-final.png" alt="PPI Australia" width="100" /><p class="wp-caption-text">PPI Australia</p></div>
<p style="text-align:justify;">Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia Wollongong sebenarnya sudah ada sejak lama. Penggiatnya telah berganti dari satu generasi ke generasi berikutnya. Satu dua tahun belakangan ini, karena berbagai situasi, PPIA mengalami sedikit kelesuan. Meski demikian, pengurus PPIA yang dikomandani Yudhistira Rifki berhasil mempertahankan organisasi meski di tengah situasi yang tidak mendukung. Apreasiasi perlu diberikan kepada Kiki (demikian sang presiden biasa dipanggil) atas usahanya mempertahankan semangat.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-271"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berbekal berbagai diskusi dan pendekatan personal, PPIA bersepakat menyelenggarakan satu forum Mahasiswa Indonesia untuk membahas masa depan PPIA. Dalam forum itu, diselenggarakan juga pemilu untuk memilih pengurus PPIA yang baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Forum dihadiri sekitar 45 orang mahasiswa Indonesia dan berhasil menetapkan I Made Andi Arsana sebagai Presiden PPIA Wollongong periode 2009-2010. Dalam forum itu juga disepakati sebagai wakil adalah Yugo Negoro, Sekretaris dipercayakan kepada Terry Wongso Setyo dan Bendahara dipegang oleh Ajeng.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sambutannya, Andi menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak dan berjanji akan berusaha mengemban amanah yang diberikan. Berikut kutipan tulisan yang disampaikannya lewat dua milis masyarakat Indonesia di Wollongong.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tidak banyak yang saya janjikan, kecuali berusaha semaksimal mungkin mengemban tugas mulia ini. Satu hal yang akan selalu saya usahakan adalah bahwa PPIA dirasakan keberadaannya, baik oleh anggota maupun orang luar yang berkepentingan. Idealnya PPIA harus menawarkan solusi, bukan beban.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi pihak dan organisasi di luar PPIA, kita akan menjadi mitra yang baik dan saling mendukung. Keberadaan PPIA tidak akan menjadi saingan tetapi pelengkap. Seraya menjaga netralitas dan aturan organisasi, PPIA akan bekerjasama dengan siapa saja atas dasar saling menghormati. Kepada yang senior saya mohonkan kebijaksanaannya, kepada yang muda saya harapkan energi positifnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sadar, anggota PPIA beragam macamnya. PPIA harus bisa seperti baju yang hadir dengan berbagai ukuran sehingga cocok untuk banyak orang. Meski begitu, PPIA tentu tidak mungkin mengakomodir semua keinginan. Untuk itulah kita akan tetap berkomunikasi. Saya akan mendengar teman-teman, terutama saat kita berbeda pendapat (Obama, 2008).</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam PPIA saya rasa boleh ada mimpi yang tinggi, sekaligus harus ada praktik yang membumi. Boleh ada gagasan membangun bangsa, tanpa melupakan pentingnya tips belanja makanan halal bagi mahasiswa baru, misalnya. Boleh ada ide seminar internasional sekaligus tetap menikmati futsal yang menyegarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Intinya kita akan bekerjasama, dan saya yakin kita bisa berperan sesuai porsi masing-masing. Sekali lagi, terima kasih, mohon doa dan dukungan teman-teman semua.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saat berita ini diturunkan, PPIA sedang melengkapi kepengurusan sembari menjalankan beberapa program yang sudah bisa dijalankan. Selamat bekerja untuk pengurus PPIA yang baru.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indowollongong.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indowollongong.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indowollongong.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indowollongong.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indowollongong.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indowollongong.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indowollongong.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indowollongong.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indowollongong.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indowollongong.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indowollongong.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indowollongong.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indowollongong.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indowollongong.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=271&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indowollongong.wordpress.com/2009/06/10/semangat-baru-ppia-wollongong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f83195a7b707c6842526c44081e727cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madeandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.jcu.ppi-australia.org/wp-content/uploads/2009/02/ppia-final.png" medium="image">
			<media:title type="html">PPI Australia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bev: Pahlawan Jamur</title>
		<link>http://indowollongong.wordpress.com/2009/05/26/pahlawan-jamur/</link>
		<comments>http://indowollongong.wordpress.com/2009/05/26/pahlawan-jamur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 09:21:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andi Arsana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indowollongong.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[“Dibandingkan orang-orang dari negara lain, orang Indonesia adalah yang paling mudah diajak kerjasama.” – Beverly Sayer Sejak lama IndoWollongong ingin menampilkan kisah dari tokoh-tokoh yang berperan besar bagi masyarakat Indonesia di Wollongong. Pasalnya, tidak mudah untuk memilih satu karena semuanya penting dan berperan. Namun begitu, pilihan toh tetap harus dilakukan. Menampilkan tokoh ini bukan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=263&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<div id="attachment_264" class="wp-caption alignleft" style="width: 236px"><em><em><a href="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/bev.jpg"><img class="size-full wp-image-264" title="Bev" src="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/bev.jpg?w=500" alt="Beverly Sayer"   /></a></em></em><p class="wp-caption-text">Beverly Sayer</p></div>
<p><em>“Dibandingkan orang-orang dari negara lain, orang Indonesia adalah yang paling mudah diajak kerjasama.” – Beverly Sayer </em></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak lama IndoWollongong ingin menampilkan kisah dari tokoh-tokoh yang berperan besar bagi masyarakat Indonesia di Wollongong. Pasalnya, tidak mudah untuk memilih satu karena semuanya penting dan berperan. Namun begitu, pilihan toh tetap harus dilakukan. Menampilkan tokoh ini bukan dalam rangka mengultuskan satu individu seraya meremehkan peran orang lain. Semata-mata untuk berbagi cerita agar kebaikan itu sampai ke telinga lebih banyak orang yang harapannya bisa menginspirasi dan memotivasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang pertama yang ditampilkan di IndoWollongong sebagai profil adalah Beverly Sayer yang biasa dipanggil Bev, seorang supervisor berkebangsaan Australia di Mushroom Exchange (ME). ME adalah tempat kerja banyak sekali orang Indonesia yang ada di Wollongong dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-263"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Malam itu suasana sangat hangat di rumah Pak Budi di bilangan Catherine Street. Ketika dijumpai IndoWollongong, Bev nampak sedikit canggung. “Saya tidak biasa diwawancarai” katanya [tentu saja dalam Bahasa Inggris <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ]. Di sebelahnya, Bapak Budi dan Ibu Linda berusaha meyakinkan. Pelan-pelan Bev pun membuka dirinya, bercerita tentang pengalamannya berinteraksi dengan masyarakat Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">ME adalah sebuah perusahaan perkebunan jamur yang berlokasi di Mittagong, sekitar 45 menit dari Wollongong ditempuh dengan kendaraan. Orang Indonesia sudah mulai bekerja di perusahaan tersebut sejak lama. Seperti diakui oleh mereka yang sudah bekerja cukup lama, ME menjalankan banyak peran penting bagi masyarakat Indonesia. Mungkin tidak semua orang yang bekerja di sana menjadikan ekonomi sebagai alasan. Kenyataannya, ada juga yang sekedar mencari pengalaman atau mengisi waktu saat menemani istri/suami sekolah. Bagi orang-orang seperti ini, ME adalah tempat yang tepat untuk mengurangi kebosanan dan stress akibat tinggal di kota nan tenang, jauh dari keramaian seperti Wollongong. Sementara itu, bagi yang lainnya, ME bisa benar-benar menjadi harapan hidup. Tidak sedikit dari mereka yang merasa hidupnya ditolong oleh keberadaan ME ini. Ada yang mengandalkannya untuk membayar sekolah, ada juga yang melakukannya untuk kepentingan yang lebih vital lagi. Bapak Budi yang sudah bekerja di sana selama lebih dari 10 tahun, misalnya, meyakini benar bahwa ME berperan luar biasa bagi keluarganya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sekian orang di ME, yang dirasa berperan paling besar tentu saja adalah Bev, supervisor yang sehari-hari berinteraksi dengan orang Indonesia. Selain berhubungan secara profesional, Bev juga aktif menjalin kontak sosial. Dia rajin menghadiri kegiatan-kegiatan yang diadakan orang Indonesia di Wollongong seperti ulang tahun, pisah kenal, tujuhbelasan dll. Inilah salah satu alasan utama mewawancarai Bev untuk IndoWollongong.</p>
<p style="text-align:justify;">IndoWollongong (I): Sejak kapan Anda berinteraksi dengan orang Indonesia di ME?</p>
<p style="text-align:justify;">Bev (B): Wah sudah lama sekali. Yang pasti lebih dari 10 tahun. Saya lupa tepatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">I: Selama ini berapa orang Indonesia yang sudah bekerja di ME? B: Yang pasti lebih dari seratus. Mungkin ratusan. Saya sudah tidak ingat lagi, saking banyaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">I: Siapa yang paling lama bekerja di sana?</p>
<p style="text-align:justify;">B: Budi. He has been there for more than ten years now.</p>
<p style="text-align:justify;">I: Di sana ada banyak orang selain Indonesia, bagaimana Anda membandingkan mereka?</p>
<p style="text-align:justify;">B: Dibandingkan orang-orang dari negara lain, orang Indonesia adalah yang paling mudah diajak kerjasama. Mereka tidak banyak tingkah dan melakukan apa yang saya perintahkan. <em>Indonesians make my job easier!</em> Mereka juga, secara umum, memiliki kepribadian yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika ditanya apakah ada orang dari negara X yang tidak berkenan di hatinya, Bev menyebutkan nama satu negara. Orang dari negara ini, menurutnya, merasa dirinya paling hebat dan orang lain tidak ada apa-apanya. Selain itu, mereka juga menganggap perempuan memiliki kelas yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Bev antipati dengan orang-orang yang berprinsip seperti ini. Selain itu, orang-orang dari negara tersebut dianggapnya suka memanfaatkan situasi atau orang lain. Hal ini yang juga tidak disukainya.</p>
<p style="text-align:justify;">I: Mengapa Anda tertarik mengikuti kegiatan sosial orang-orang Indonesia?</p>
<p style="text-align:justify;">B: Saya suka dengan kehangatanya. Selain itu hubungan non-profesional yang baik akan membantu saya lebih mudah berinteraksi secara professional di tempat kerja. Saya juga pernah diundang oleh kelompok dari negara Y tetapi tidak merasakan kehangatan dan keakraban yang sama dengan masyarakat Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ditanya apakah orang-orang dari negara Z pernah mengundangnya, spontan Bev berkata “mereka tidak pernah bersosialisasi” sambil tertawa lebar agak mencibir.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_265" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/bev-bersama.jpg"><img class="size-full wp-image-265" title="bev-bersama" src="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/bev-bersama.jpg?w=500" alt="Bev di tengah-tengah masyarakat Indonesia: 17 Agustus 2008"   /></a><p class="wp-caption-text">Bev di tengah-tengah masyarakat Indonesia: 17 Agustus 2008</p></div>
<p style="text-align:justify;">I: Apakah ada masalah dalam berinteraksi dengan orang Indonesia selama ini?</p>
<p style="text-align:justify;">B: Kadang ada kendala Bahasa Inggris. Tidak semua yang bekerja di sana awalnya bisa berbahasa Inggris dengan baik. Yang saya kagumi, mereka mau belajar. Dulu ada namanya Endang yang termasuk kelompok pertama. Dia tidak bisa berbahasa Inggris awalnya, tetapi setelah pulang dia malah jadi guru Bahasa Inggris di Indonesia (sambil tertawa).</p>
<p style="text-align:justify;">I: Anda tahu, masyarakat Indonesia di sini sangat berterima kasih pada Anda karena banyak sekali membantu?</p>
<p style="text-align:justify;">B: Ah, nggak lah! (dengan muka yang bersemu merah) Saya tidak melakukan apa-apa kok. Semua yang datang ke saya lewat Budi dan Linda. Kalau mereka rekomendasikan, ya saya terima. Jadi mereka harus berterima kasih pada Budi dan Linda (sambil melirik Bapak Budi dan Ibu Linda).</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang bekerja di ME tahu bahwa Bapak Budi dan Ibu Linda menjadi jembatan bagi hampir semua orang Indonesia untuk dapat bekerja di ME. Jika ada orang baru (biasanya istri/suami para mahasiswa), Pak Budi dan Bu Linda adalah orang pertama yang dikunjungi terkait peluang kerja di ME. Pak Budi pun selalu dengan senang hati membantu, mulai dari menjelaskan pekerjaannya hingga menyerahkan dokumen lamaran kerja ke Bev. Pernah sekali waktu Pak Budi mengatakan bahwa tumpukan lamaran kerja di meja kerja Bev sebenarnya sangat tebal dari berbagai negara. Meski demikian, peluang untuk orang Indonesia selalu diutamakan. Jika ada satu dua orang Indonesia yang belum dipanggil itu artinya benar-benar belum ada peluang kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">I: Sebentar lagi Budi dan Linda akan meninggalkan Wollongong, bagaimana perasaan Anda?</p>
<p style="text-align:justify;">B: <em>Give me another Budi and Linda!</em> (sambil tertawa getir). Saya khwatir, kalau Budi dan Linda tidak ada, akan lebih sulit bagi orang Indonesia untuk bertahan di sana. Mereka yang banyak membantu saya mengomunikasikan banyak hal.</p>
<p style="text-align:justify;">I: Tapi bukan berarti Anda tidak lagi menerima orang Indonesia kan?</p>
<p style="text-align:justify;">B: Saya akan tetap menerima orang Indonesia tentu saja. Kalau ada yang datang, saya akan terima jika dia memenuhi syarat. Tapi ya itu&#8230; pasti situasinya akan berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">I: Kalau Budi dan Linda pergi, nanti pasti muncul Budi dan Linda lain dari Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">B: Well, I hope so. Let’s see!</p>
<p style="text-align:justify;">I: Menurut Anda, apa yang perlu ditingkatkan oleh orang Indonesia yang bekerja di ME?</p>
<p style="text-align:justify;">B: Mereka harus lebih berani mengekspresikan diri. Kalau atasan salah, harus berani mengatakan salah. Kalau atasan melakukan kebijakan yang merugikan karyawan, mereka juga harus berani mengambil sikap. Saya lihat, ini yang masih perlu ditingkatkan. Sering terjadi, mereka hanya menerima saja meskipun dirugikan. Mereka sepertinya tidak sadar kalau mereka juga sama posisinya dengan bos, sama-sama berperan. Tidak ada istilah takut kehilangan pekerjaan karena mereka memang dibutuhkan oleh perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">I: Mungkin ini ada kaitannya dengan budaya yang dianut mereka sejak kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">B: Ya saya maklum juga sih, tetapi mereka harus mulai belajar sejak sekarang bahwa mereka memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan mereka dilindungi oleh hukum.</p>
<p style="text-align:justify;">Bev tampak sedikit berapi-api ketika menjelaskan tentang keengganan orang Indonesia untuk berkonfrontasi dengan atasannya di ME. Sejalan dengan itu, dia kembali mengisahkan pengalamannya berinteraksi dengan banyak orang Indonesia di ME. Dia juga tahu bahwa hampir semua orang Indonesia yang dulu dikenalnya di ME sesungguhnya memiliki posisi dan pekerjaan yang baik di Indonesia. Bev tahu banyak dari mereka yang kini menempati posisi yang menentukan. Dia berharap mereka yang membaca cerita ini akan terkenang dengan pengalaman mereka dulu. Bev juga menyarankan Ibu Linda untuk membuat reuni “Komunitas Jamur” di Indonesia yang disambut positif oleh Ibu Linda. “<em>I would love to participate</em>” demikian dia bersemangat.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan banyak yang mungkin tertawa geli mengingat pengalaman yang unik sebagai pemetik jamur selama berada di Wollongong. Dari sekian banyak itu, mungkin ada juga yang terharu karena teringat perjuangan bertahan hidup dan menuntut ilmu di Wollongong. Apapun reaksi mereka, cerita ini hanya bermaksud mencatatkan kenangan yang mungkin ada manfaatnya, entah kapan!</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan segala kelebihan dan kelemahannya, Bev adalah tokoh yang berpengaruh bagi kehidupan warga Indonesia di Wollongong. Meski banyak dari mereka yang menjadikan ME sebagai persinggahan dan tempat <em>having fun</em> menikmati pengalaman baru, ada juga yang bahkan merasa terselamatkan hidupnya. Untuk mereka semua, kisah ini dipersembahkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indowollongong.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indowollongong.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indowollongong.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indowollongong.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indowollongong.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indowollongong.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indowollongong.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indowollongong.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indowollongong.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indowollongong.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indowollongong.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indowollongong.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indowollongong.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indowollongong.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=263&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indowollongong.wordpress.com/2009/05/26/pahlawan-jamur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f83195a7b707c6842526c44081e727cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madeandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/bev.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bev</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/bev-bersama.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bev-bersama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemilu Presiden dan Wapress 2009</title>
		<link>http://indowollongong.wordpress.com/2009/05/11/pemilu-presiden-dan-wapress-2009/</link>
		<comments>http://indowollongong.wordpress.com/2009/05/11/pemilu-presiden-dan-wapress-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 11:43:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andi Arsana</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indowollongong.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=247&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_248" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/pemilupresiden.jpg"><img class="size-full wp-image-248" title="pemilupresiden" src="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/pemilupresiden.jpg?w=500&#038;h=704" alt="Brosur Pilpres dan Wapres" width="500" height="704" /></a><p class="wp-caption-text">Brosur Pilpres dan Wapres</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indowollongong.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indowollongong.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indowollongong.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indowollongong.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indowollongong.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indowollongong.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indowollongong.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indowollongong.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indowollongong.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indowollongong.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indowollongong.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indowollongong.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indowollongong.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indowollongong.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=247&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indowollongong.wordpress.com/2009/05/11/pemilu-presiden-dan-wapress-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f83195a7b707c6842526c44081e727cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madeandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/pemilupresiden.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemilupresiden</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dangdutan di Graduate House</title>
		<link>http://indowollongong.wordpress.com/2009/05/11/dangdutan-di-graduate-house/</link>
		<comments>http://indowollongong.wordpress.com/2009/05/11/dangdutan-di-graduate-house/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 11:37:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andi Arsana</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indowollongong.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu orang-orang berkerumun, bersemangat menikmati berbagai hidangan yang tersaji. Minuman pun berupa-rupa di atas meja. Sebagian orang masih sibuk memanggang daging, sebagian lain bersenda gurau duduk di kursi plastik. Sementara itu, anak-anak histeris berteriak riang berlarian ke sana ke mari. Ada juga yang asik bergelantungan di selasar-selasar besi. Dengan setia menemani suasana itu, berkumandanglah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=242&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_243" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/ghparty.jpg"><img class="size-full wp-image-243" title="ghparty" src="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/ghparty.jpg?w=500" alt="Peserta Party di Graduate House"  /></a><p class="wp-caption-text">Peserta Party di Graduate House</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sore itu orang-orang berkerumun, bersemangat menikmati berbagai hidangan yang tersaji. Minuman pun berupa-rupa di atas meja. Sebagian orang masih sibuk memanggang daging, sebagian lain bersenda gurau duduk di kursi plastik. Sementara itu, anak-anak histeris berteriak riang berlarian ke sana ke mari. Ada juga yang asik bergelantungan di selasar-selasar besi. Dengan setia menemani suasana itu, berkumandanglah lagu dangdut dari panggung yang tidak jauh dari kerumunan orang. Seorang penyanyi tampan melenggak lenggok nan gemulai melantunkan lagu-lagu dangdut dari jaman dulu hingga yang paling mutakhir. Musikpun mengalun, nampak gitaris dan keyboardist bersemangat mengiringi pertunjukan itu. Semakin sore, suasana semakin hangat, kelakar orang-orang semakin akrab melompat dari topik satu ke topik lainnya. Kalau saja tidak segera disadari, suasana ini pastilah tidak ubahnya di sebuah kampung di Indramayu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-242"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Suasana ini memang tidak terjadi di Indramayu, meskipun lantunan dangdut dan gaya percakapannya tidak jauh berbeda. Sore itu, masyarakat Indonesia di Wollongong mengadakan pesta di halaman <a title="Intip dari Udara" href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;source=s_q&amp;hl=en&amp;geocode=&amp;q=University+of+WOllongong&amp;ie=UTF8&amp;ll=-34.408755,150.881022&amp;spn=0.001073,0.001727&amp;t=h&amp;z=19" target="_blank">Graduate House</a> University of Wollongong, Australia. Kali ini yang bertindak sebagai tuan rumah adalah mahasiswa TNI yang sedang menempuh pendidikan master di University of Wollongong. Keluarga mahasiswa TNI yang tiba di Wollongong bulan Januari terdiri dari keluarga Bapak Wastum, Bapak Novera, Bapak Wisnu, Bapak Sigit dan Bapak Romson. Seperti disampaikan dalam emailnya, turut mengundang adalah keluarga Bapak Kresno, sebagai mahasiswa TNI senior di Wollongong (undangan ini agak beda dengan udangan nikah yang biasanya bertuliskan ”turut mengundang mempelai berdua”). Tidak hanya TVRI, TNI juga terbukti bisa menjalin persatuan dan kesatuan. Dari sekian banyak undangan, sebagian besar menghadiri dan hanya satu dua yang tidak datang karena ada sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah menjadi tradisi di Wollongong, acara makan-makan pasti disertai dengan nyanyi-nyanyi. Kehadiran mahasiswa TNI ini membawa suasana baru karena ternyata Pak Wastum adalah penyanyi professional. Konon beliau masuk TNI lewat penelusuran bakat khusus yaitu nyanyi dangdut <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  (boleh percaya boleh tidak). Meskipun Pak Wastum ini adalah penerbang pesawat tempur, tapi kalau sedang pegang <em>mic</em> dan bergoyang, Roma Irama dan Megy Z, lewat semua, meskipun tidak pakai ngebor dan patah-patah. Konon ketegangan seorang pilot pesawat tempur setara dengan seorang anggota <em>Secret Service</em> yang sedang mengawal Presiden Amerika. Maka dari itu, saat sedang di darat perlu melepaskan ketegangan, salah satunya dengan dangdut.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat kekuatan TNI yang sepertinya mendominasi, gerakan sipil berusaha keras menyeimbangkan kekuatan di panggung. Mbak Dian, biduanita yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia di Wollongong, segera ambil bagian. Melantunlah lagu-lagu indah dari mbak Dian yang ternyata DANGDUT juga. Memang dangdut <em>is the music of my country</em>. Gitaris tunggal kita sore itu tentu saja Pak Timmy, yang kepiawaiannya hanya sedikit saja di bawah Slash <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  di dampingi oleh Pak Budi sebagai pawang keyborad/organ. Di sela-sela menikmati lagu dangdut, para penonton berkelakar “kalau di kampung di Jawa, di jalan depan sudah dipasang portal tuh” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyanyi lain juga ambil bagian menyumbangkan lagu. Ada yang benar-benar menyanyikan lagu, ada juga yang memang dengan serius menyumbangkan lagu, alias membuat lagu yang aslinya merdu menjadi sumbang. Ada juga satu penyanyi dari negeri jiran Malaysia yang mengumandangkan lagu nan merdu. Sementara itu, yang tidak pernah turun dari panggung tentu saja adalah biduan dangdut kita, Pak Wastum. Ada desas-desus beredar bahwa sebelum acara dimulai ada perintah khusus dari Pak Kresno sebagai tentara senior menginstruksikan Pak Wastum untuk bernyanyi. Ketika ditanya “Siap! Sampai kapan Mas?” Pak Kresno pun menjawab tegas “sampai saya lupa!” Ini rupanya yang menjadi rahasia stamina penyanyi dangdut kita. Entahlah apakah rumor ini benar atau tidak (sepertinya sih tidak!)</p>
<iframe width="480" height="350" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;source=s_q&amp;hl=en&amp;geocode=&amp;q=University of WOllongong&amp;ie=UTF8&amp;t=h&amp;ll=-34.408669,150.880987&amp;spn=0.000775,0.001287&amp;z=19&amp;output=embed"></iframe><br /><small><a href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;source=s_q&amp;hl=en&amp;geocode=&amp;q=University of WOllongong&amp;ie=UTF8&amp;t=h&amp;ll=-34.408669,150.880987&amp;spn=0.000775,0.001287&amp;z=19&amp;source=embed" style="text-align:left">View Larger Map</a></small>
<p style="text-align:justify;">Kalau ngobrol soal makanan, cerita ini mungkin tidak akan selesai karena makanannya banyak sekali dan berupa-rupa jenisnya. Sudah menjadi tradisi, setiap ada acara makan-makan, setiap keluarga akan datang dengan makanan/minuman masing-masing. Sering terjadi, makanan dan minuman tidak habis dinikmati ketika pesta berakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sela-sela nyanyian yang tak terputus, anak-anak tetap bermain di taman bermain yang tidak jauh dari panggung. Tidak puas hanya menyaksikan anak-anak, ibu-ibu pun ambil bagian bergelantungan di katrol mainan. Foto-foto yang lucu ini diabadikan di Facebook-nya <a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=427945&amp;id=1134206940&amp;comments=">Teh Ina</a> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Selain tema utama seputar makanan dan hiburan, percakapan juga diisi dengan topik-topik kurang penting seperti riset, supervisor, konferensi dan thesis. Mereka yang membahas hal-hal seperti ini biasanya mojok di tempat terpisah agar tidak diketahui temen-teman lain yang ada dalam suasana <em>mainstream</em> bersuka cita. Ada juga yang dengan serius membahas apel yang pengawetannya dilakukan dengan pelapisan lilin, termasuk kelakar seputar <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/08/19533140/aturan.main.golf.akan.dikaji.pimpinan.kpk">KPK dan <em>caddy</em> golf</a> yang menggoda.</p>
<p style="text-align:justify;">Acara yang semula direncanakan selesai pukul 4 sore ternyata (seperti biasa) molor. Selain dangdut yang enak didengar, tentu saja makanan yang lezat serta percakapan yang <em>gayeng</em> jadi alasan untuk tidak berhenti. Untunglah ada salah seorang <em>senior resident</em> di Graduate House yang mengingatkan sehingga acara nyanyi-nyanyi pun dihentikan dengan berat hati. Meskipun suasananya sama dengan di Indramayu, ternyata kalau urusan disiplin waktu, tetap saja harus mengikuti standar Australia. Nyanyian boleh berhenti, bukan berarti keceriaan harus berakhir. Ada yang bahkan sudah lima kali pamitan tetapi tetap saja tidak beranjak pulang. Menjelang acara benar-benar berakhir, ada foto-foto bersama di halaman Graduate House.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat gelap mulai turun, para pelaku pesta mulai meninggalkan halaman Graduate House. Namun jangan salah, banyak dari mereka yang tidak pulang tetapi melanjutkan <em>party</em> tahap kedua di markas nan hangat di Catherine Street, rumah Pak Budi dan Bu Linda. Akhir pekan memang saatnya berkumpul saling berbagi cerita dengan saudara sebangsa di perantauan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Cerita ini sengaja dihentikan di sini, walaupun sebenarnya belum selesai. Tulisan ini hanya untuk kenangan saja, bukan berita resmi. Isinya adalah kelakar tanpa bermaksud menyinggung siapapun. Meminjam istilah Tukul, just kidding saja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Jika ada yang kurang pas pastilah itu kesalahan penulis. Silahkan layangkan <a href="mailto:madeandi@gadjahmada.edu">keberatan</a>, tetapi dengan sangat, jangan dilaporkan ke polisi [ingat, dalam cerita ini ada pilot pesawat tempur lo]</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indowollongong.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indowollongong.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indowollongong.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indowollongong.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indowollongong.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indowollongong.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indowollongong.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indowollongong.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indowollongong.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indowollongong.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indowollongong.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indowollongong.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indowollongong.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indowollongong.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=242&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indowollongong.wordpress.com/2009/05/11/dangdutan-di-graduate-house/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f83195a7b707c6842526c44081e727cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madeandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/05/ghparty.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ghparty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemilu di Wollongong</title>
		<link>http://indowollongong.wordpress.com/2009/04/09/pemilu-di-wollongong/</link>
		<comments>http://indowollongong.wordpress.com/2009/04/09/pemilu-di-wollongong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 15:01:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andi Arsana</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indowollongong.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Untuk pertama kalinya dalam waktu yang tidak diketahui, masyarakat Indonesia di Wollongong dan sekitarnya mengadakan pemilu sendiri. Pada tanggal 9 April 2009, di Kampus Wollongong University dilangkusngkan pemungutan suara untuk Pemilu Legislatif . Panitia pelilu, atau yang populer disebut KPPSLN, dikomandani Dr. Parulian Silaen, alias Pak Ully, terlihat sibuk sejak pagi. Selain ketua, KPPSLN terdiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=225&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_228" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/04/pemilu.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-228" title="pemilu" src="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/04/pemilu.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Panitia Pemilu" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Panitia Pemilu</p></div>
<p style="text-align:justify;">Untuk pertama kalinya dalam waktu yang tidak diketahui, masyarakat Indonesia di Wollongong dan sekitarnya mengadakan pemilu sendiri. Pada tanggal 9 April 2009, di Kampus Wollongong University dilangkusngkan pemungutan suara untuk Pemilu Legislatif .</p>
<p style="text-align:justify;">Panitia pelilu, atau yang populer disebut KPPSLN, dikomandani Dr. Parulian Silaen, alias Pak Ully, terlihat sibuk sejak pagi. Selain ketua, KPPSLN terdiri dari Dr. Buyung Kosasih, Situ Nurul Hidayah, Timothy Hoevenagel, I Made Andi Arsana, Terry Wongso Setyo, dan Novi Syefriwanti Syafri. Ada yang menempel petunjuk agar para pemilih tidak tersesat, ada juga yang memasang berbagai selebaran informasi. Sementara itu yang lain menyiapkan meja dan kursi serta bilik pemungutan suara. Di sela-sela kesibukan, datang dua orang saksi pemilu dari PKS, siap untuk menjalankan tugasnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-225"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Selama pemilu, hampir tidak ada hal-hal yang luar biasa, semua berjalan lancar. Jumlah pemilih juga cukup banyak, lebih banyak dari yang diantisipasi sebelumnya. Selain sebagai pesta demokrasi, pemilu ini juga jadi ajang silaturahmi yang hangat bagi anggota masyarakat Indonesia di Wolongong dan sekitarnya. Dari sekian orang pemilih, nampak wajah-wajah yang belum pernah terlihat sebelumnya. Ada saja yang berkenalan dan antusias menyapa para pemilih. Tinggal di kota kecil seperti Wollongong ini memang semestinya akrab dan bersahabat. Pemilu adalah salah satu ajangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Panitia yang bekerja tak kenal lelah dan masyarakat yang sadar berpartisipasi adalah paduan yang manis. Namun begitu, ada juga masyarakat yang datang tetapi namanya tidak tercantum dalam DPT padahal [katanya] sudah mendaftar. Ini adalah salah satu hal yang masih perlu dibenahi dari Pemilu tahun ini. Meski tidak memilih, banyak juga yang datang sekedar ngobrol atau menikmati makanan kecil yang disediakan panitia. Dari sekian banyak kejadian, ada beberapa yang berkesan, misalnya ada yang datang tidak dengan passpor sendiri tetapi passpor anaknya. Ada juga yang merasa tidak membawa passpor lalu pulang ke rumah tergesa-gesa, padahal passpornya di tas punggung yang dari tadi dibawa ke mana-mana. Pemilu di Wollongong memang menyisakan kisah-kisah unik yang menarik.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam sekitar jam 11, perhitungan suara dan segala sesuau berhasil dirampungkan tanpa kendala berarti. Dengan telak Partai Demokrat memenangkan pemilu di Wollongong dan sekitarnya. Hasilnya pun segera dibawa oleh Pak Ully ke Sydney untuk diserahkan pada panitia pusat. Lega rasanya pemilu berjalan dengan lancar. Semoga pemilu Presiden juga akan berjalan baik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indowollongong.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indowollongong.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indowollongong.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indowollongong.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indowollongong.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indowollongong.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indowollongong.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indowollongong.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indowollongong.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indowollongong.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indowollongong.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indowollongong.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indowollongong.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indowollongong.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indowollongong.wordpress.com&amp;blog=4212431&amp;post=225&amp;subd=indowollongong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indowollongong.wordpress.com/2009/04/09/pemilu-di-wollongong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f83195a7b707c6842526c44081e727cc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madeandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indowollongong.files.wordpress.com/2009/04/pemilu.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pemilu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
