Oleh: Andi Arsana | September 13, 2012

Pekik Merdeka dan Halalbihalal di Wollongong

Foto dicuri dari FB-nya Oom Iwan Setiawan🙂

Pagi itu Wollongong masih menggigil. Satu September, saat musim semi mulai bertamu, dingin masih merajalela. Saya harus melapisi tubuh dengan jaket tebal sehingga batik yang berkilau harus disembunyikan. Hari itu, masyarakat Indonesia di Wollongong mengadakan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-67 dan Halalbihalal dalam rangkaian Idul Fitri 1433 H. Sekitar jam enam pagi, beberapa panitia sudah sibuk menghias sebuah ruangan di Fairy Meadow, tempat acara akan dilangsungkan. Fatia yang menjadi koordinator dekorasi terlihat sibuk menempel pita merah putih di tembok serta mengikat balon yang juga merah putih. Dalam waktu cepat, ruangan nampak semarak menawarkan nuansa nasionalisme yang meriah. Btw, walaupun namanya Magistra, Fatia ini masih S1 lo ya (Tugas: temukan di mana lucunya kalimat ini)

Baca Lanjutannya…

Suasana diskusi di KJRI Sydney

Jika belakangan kita sering mendengar studi banding wakil rakyat yang tidak semestinya dan ditunggangi kepentingan pribadi, maka kisah tentang Hajriyanto Y. Thohari nampaknya berbeda. Dalam perjalanan pribadinya terkait studi putrinya di Sydney, Bapak Hajriyanto Y. Thohari yang adalah Wakil Ketua MPR dari Fraksi Golkar justru menyempatkan mengemban misi negara. Hal ini terlihat dari aktivitas beliau menghadiri berbagai acara, termasuk diskusi dengan mahasiwa Indonesia di Sydney tanggal 21 Mei 2012 di Konsulat Jenderal RI Sydney. Luhur Korsika, kawan yang duduk di sebelah saya berkelakar, “ini namanya perjalanan pribadi yang ‘ditunggangi’ kepentingan bangsa, bukan perjalanan negara yang ditunggangi kepentingan pribadi”. Saya kira ini tepat digunakan untuk menyimpulkan apa yang terjadi malam itu. Diskusi yang dipandu oleh Pak Nico, seorang diplomat KJRI Sydney, berlangsung menarik.

Oleh: Andi Arsana | Juli 27, 2012

Cara Mencari tempat tinggal di Wollongong

Untuk kepentingan sekolah atau kerja dalam waktu lama, kita pasti memerlukan rumah untuk tempat tinggal di luar negeri. Memang bisa saja meminta teman untuk mencarikan rumah jika mereka sempat atau minta tolong staf Konjen setempat jika kita anak pejabat tapi tidak semua orang memiliki ‘kemewahan’ itu. Yang kita obrolkan sekarang adalah mencari rumah dengan usaha sendiri. Seperti inilah orang geospasial, para pecinta peta mencari rumah untuk tempat tinggal di luar negeri. Jika belum, baca juga pengalaman Andi Arsana tahun 2008 silam. Cerita selengkapnya ada di sini.

Oleh: Andi Arsana | Agustus 23, 2011

We are what we eat

Sebuah laporan pandangan mata Obras PPIA Gong 15 Agustus 2011

Mbak Emma yg nampang di Mercury

Suasana ruang 2 lantai 1 di building 11 UoW sudah mulai agak ramai pada jam 3 sore. Mas Ahmad, Pak Miftadi, Luhur dan Dhanny nampak bercakap-cakap santai. Saya datang agak terlambat, maklum dari Innovation Campus dan bukan penduduk tetap Main Campus sehingga wajar kalau tersesat mencari ruang dalam gedung baru. Belakangan ternyata ada penduduk asli yg juga telat. Kita akan sampai pada cerita ini nanti.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Andi Arsana | Agustus 15, 2011

Belajar Bahasa Indonesia

dipinjem dari blogspot

Setelah sekian lamanya, akhirnya blog ini diupdate juga. Tidak ada niat menyia-nyiakan apa yang sudah dimulai tetapi selalu saja ada alasan untuk tidak memutahirkan blog ini. KEMALASAN adalah salah satu alasan utama. Setelah posting terakhir di blog ini terkait Indonesia Day tahun 2009, sudah sangat banyak hal yang terjadi. Komunitas Indonesia di Wollongong juga sudah berganti anggota beberapa kali. Yang lama, seperti saya, masih bertahan tetapi yang baru dan akhirnya pergi lagi juga sudah banyak sekali. Karena berbagai kesibukan, banyak hal yang tidak tercatat.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori