Oleh: Andi Arsana | Agustus 9, 2008

Persiapan Tujuhbelasan


Hari kemerdekaan Indonesian yang ke-63 semakin dekat. Suasana menyambut ulang tahun negeri tercinta semakin terasa, terutama saat kumpul-kumpul malam mingguan di tempat Mas Budi. Selain ngobrol-ngobrol seperti biasa, acara kumpul-kumpul menjelang Tujuhbelasan diisi juga dengan latihan nyanyi.

Bapak-bapak dan Ibu-Ibu membentuk kelompok berbeda dan menunjukkan kebolehan masing-masing dalam olah vocal. Di kelompok Bapak-bapak, Mas Benny termasuk yang paling boleh suaranya🙂 Sebenarnya yang lain juga boleh tapi ya ada yang boleh tidak didengarkan, ada juga yang boleh disuruh pulang alias lebih baik tidak usah nyanyi😀 [yang nulis, maksudnya] Kalau di kalangan Ibu-ibu, yang memegang kendali adalah Mbak Dian, apalagi kalau sudah nyanyi lagu jaman 80-an atau lagu dangdut. Dijamin nggak ada yang menyaingi.

Sementara itu, panitia yang dikomandani Krisna dalam urusan komunikasi, dengan gencar menyampaikan informasi melalui milis Indowollongong@yahoogroups.com. Sampai saat ini, sudah banyak yang mendaftar sebagai peserta acara Tujuhbelasan ini, baik single maupun family. Sepertinya semua bersemangat mengikuti berbagai lomba yang akan diselenggarakan. Maklumlah, banyak diantara penghuni Wollongong yang di kampungnya dulu juara makan kerupuk😀

Singkat kata, suasana meriah Tujuhbelasan sangat terasa di Wollongong walaupun tanpa panjat pinang. Saking semangatnya, warga bahkan minta kiriman bendera dari Indonesia. Ini untuk menghindari kesalahan ukuran bendera seandainya dibuat sendiri🙂 Nampaknya peringatan Tujuhbelasan kali ini akan menjadi satu yang paling meriah sejak beberapa tahun terakhir di Wollongong. Thanks to panitia yang mau bersusah payah dan tentunya juga semua masyarakat yang mendukung dan bersemangat. Meski tidak untuk sesuatu yang muluk-muluk, setidaknya peringatan ini semoga menjadi ajang yang baik untuk memupuk persaudaraan dan tali silaturahmi antara sesama anak bangsa di rantau.

Indonesia kita memang sedang sakit. Meski demikian, dia tidak akan pernah bisa lebih baik kalau hanya dicaci dan dimaki. Mungkin satu bait lagu Indonesia Raya yang kita dendangkan dengan tulus tahun ini bisa memberi sedikit harapan. Hiduplah Indonesia Raya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: