Oleh: Andi Arsana | Oktober 19, 2008

Diskusi dengan Delegasi DKP

 wb3.indo-work.com

wb3.indo-work.com

Kamis, 16 Oktober 2008, delegasi dari Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) berkunjung ke University of Wollongong. Kunjungan tersebut untuk melakukan sosialisasi dan diskusi terkait Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP3) yang saat ini sedang digodog pemerintah. Delegasi terdiri dari Dr. Sudirman Saat (Direktur Pemberdayaan Masyarakat), Bapak Riyanto (Deputi Direktur) dan Rahmadi, staf DKP.

Berdasarkan UU No. 27/2007, pemerintah akan memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk mendapatkan Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP3) yang dalam berberapa hal mirip dengan Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Rencana ini menimbulkan pro dan kontra dan saat ini pemerintah sedang giat-giatnya mencari masukan dan melakukan sosialisasi. Kunjungan ke Wollongong, salah satunya, adalah bertujuan untuk berdiskusi dengan mahasiswa Indonesia di University of Wollongong dan pakar terkait di universitas tersebut.

Empat belas orang hadir dalam diskusi, selain tiga orang dari DKP. Hadir juga Prof. Martin Tsamenyi, Dr. Ron West dan Dr. Mary Ann Palma yang merupakan pakar dan pemerhati sumberdaya kelautan di Australian National Centre for Ocean Resources and Security, ANCORS. Diskusi berlangsung sangat seru karena topik ini memang sangat menarik dan cenderung kontroversial. Tidak kurang dari 20 topik yang didiskusikan dengan intensif dalam diskusi yang berdurasi lebih dari satu jam tersebut. Delegasi DKP dengan baik menjawab, menanggapi dan menerima berbagai pertanyaan dan masukan dari hampir semua peserta. Bapak Riyanto, dalam sebuah pesan singkatnya, mengakui bahwa diskusi ini memberi banyak masukan bagi penyempurnaan rencana HP3 jika nanti jadi dilaksanakan.

Secara umum, peserta diskusi menyatakan kekhawatirannya bahwa HP3 ini akan berjalan dengan baik sesuai dengan angan-angan, mengingat kompleksitasnya yang tinggi. Salah satu isu utama adalah ketersediaan sumberdaya manusia dengan kapasitas yang memadai dalam merencanakan dan terutama mengawal serta mengawasi pelaksanaan HP3 ini. Intinya perserta diskusi bersepakat untuk mengusulkan agar pelaksanaannya ditunda dan sebaiknya pemerintah melakukan riset yang sangat serius sebelum melaksanakannya.

Diskusi lepas samacam ini, diakui oleh banyak mahasiswa, merupakan forum yang sangat baik, selain untuk meningkatkan pemahaman akan isu-isu di luar bidang yang dipelajari, juga untuk meningkatkan kebersamaan dan perasaan sebangsa dan setanah air. Oleh karena itu, ketika diusulkan untuk membuat forum serupa di lain waktu, pada dasarnya mereka antusias menyambut.

Hasil diskusi dan masukan dari peserta telah dikirim ke DKP dan arsip bisa didapatkan melalui Andi Arsana, yang bertindak sebagai pemandu diskusi.


Responses

  1. […] Indonesia di Wollongong, perlahan namun pasti, mulai terwujud. Diilhami dengan kedatangan delegasi DKP yang mendiskusikan tentang HP3, diskusi rutin masyarakat Indonesia di Wollongong secara resmi dimulai bulan Desember 2008. Sebagai […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: