Oleh: Andi Arsana | Desember 15, 2008

Diskusi HKI di Wollongong

Selvie menjawab pertanyaan peserta

Selvie menjawab pertanyaan peserta

Gagasan untuk melakukan diskusi berkala untuk mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Wollongong, perlahan namun pasti, mulai terwujud. Diilhami dengan kedatangan delegasi DKP yang mendiskusikan tentang HP3, diskusi rutin masyarakat Indonesia di Wollongong secara resmi dimulai bulan Desember 2008. Sebagai pembicara pertama adalah Selvie Sinaga, salah seorang mahasiswa PhD di Fakultas Hukum University of Wollongong. Selvie, demikian rekan kita ini biasa dipanggil, memaparkan topik yang sangat menarik terkait Hak Kekayaan Intelektual, atau HKI. Topik ini merupakan bidang kajian untuk desertasi PhD yang sedang digelutinya.

Meski tidak dihadiri oleh banyak orang, salah satunya karena sedang liburan semester, diskusi berlangsung sangat seru dan menarik. Hadir juga di tengah-tengah diskusi dua orang tamu dari Departemen Pertahanan RI yang sedang melakukan kunjungan studi di University of Wollongong. Belia uberdua adalah Bapak Iswinardi dan Bapak Haris Djoko. Di antara hadirin, hadir juga dua dosen Indonesia di University of Wollongong yaitu Dr. Nadir Hosen dan Dr. Parulian Silaen.

Banyak hal baru yang diungkap Selvie dan merupakan pencerahan bagi peserta. Pemaparan dimulai dengan pengertian dasar HKI dengan pembahasan Hak Cipta dan Indusri. Materi yang cukup penting adalah pemahaman terhadap perbedaan definisi dasar seperti merek, paten, registrasi, dan lain sebagainya.

Yang menarik dicatat adalah bahwa paten hanya berlaku bagi teknologi. Dengan demikian, adalah sebuah kesalahan jika ada yang memberitakan bahwa Malaysia mematenkan Reog Ponorogo atau lagu Rasa Sayange karena keduanya bukanlah termasuk teknologi. Seni tradisional yang termasuk cultural expression tidaklah untuk dipatenkan, tetapi didaftar (registrasi), demikian Selvie menegaskan.

Lebih jauh lagi, tentang berita Jepang yang mematenkan tempe, Selvie menegaskan bahwa itu bisa saja dilakukan. Yang dipatenkan adalah cara membuat tempe (teknologinya), bukan tempe sebagai produknya. Dalam hal ini, Indonesia tidak bisa melarang Jepang untuk mematenkan teknologi membuat tempe, terutama karena teknologi yang dipatenkan itu memang berbeda dengan cara orang Indonesia dalam membuat tempe. Jika tempe di Indonesia dibuat dengan diinjak-injak, misalnya, maka Jepang barangkali menggunakan mesin tertentu yang menurut mereka lebih baik atau setidaknya lebih higienis. Peserta diskusi sempat berkelakar, itulah sebabnya tempe Indonesia lebih enak dibandingkan tempe Jepang🙂 Yang terpenting, pematenan teknologi ini tidak serta merta membuat Jepan “memiliki” tempe dan tidak berarti Indonesia tidak boleh mengakui tempe sebagai makanan tradisional.

Banyak hal baru yang terungkap dalam diskusi ini dan merupakan pengetahuan berharga bagi para peserta. Silahkan kontak Selvie Sinaga untuk informasi lebih lanjut. Salah satu rekomendasi diskusi ini adalah perlunya publikasi di media populer tentang pemahaman-pemahaman dasar terkati HKI sehingga masyarakat dapat memahami lebih jernih. Harapannya, masyarakat dapat bersikap proporsional dalam merespon isu-isu terkait HKI atau sejenisnya yang kadang-kadang memicu nasionalisme yang berlebihan. Peserta sepakat bahwa diskusi semacam ini layak diteruskan dengan topik-topik lain yang lebih beragam. Sampai jumpa pada diskusi berikutnya.


Responses

  1. saya sudah meninggalkan university of wollongong 13 tahun silam augustus 1997 setelah lulus M.A. namun kerinduan akan wollongong selalu hadir saat buka website uni ini, apalagi tempat tinggal saya mulai dari Keira st, catherine 5/5 Wollongong City dan yang terakhir ke Glebe point rd Sydney. Anyway, bgm kabar mhs indo disana? kelihatannya makin aktif ya, sampai ngadain seminar, that’s ok. Saya masih ingin kembali ke wollongong uni, tentunya utk kuliah di salah satu universitas terbaik di Aussie ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: