Oleh: Andi Arsana | Maret 26, 2009

Nyepi…

Melasti, sebelum Nyepi di Bali

Melasti, sebelum Nyepi di Bali

Belakangan dunia menyambut satu isu universal yang gencar dikampanyekan yaitu Earth Hour. Melalui Earth Hour ini, setiap orang diharapkan mematikan listrik selama satu jam dari jam 8.30 hingga 9.30 malam. Ajakan untuk melakukan aksi ini bertebaran melalui berbagai media, terutama internet.

Jauh sebelum adanya kampanye yang sesungguhnya dipicu oleh isu perubahan iklim dan pemanasan global ini, masyarakat Hindu terutama di Bali sudah melakukan hal serupa sejak tahun 78 Masehi. Di Indonesia, peringatan ini dikenal dengan Nyepi. Nyepi adalah juga hari peringatan tahun baru Çaka yang tahun ini jatuh pada tanggal 26 Maret 2009 dan merupakan Nyepi yang ke-1931.

Saat Nyepi, umat hindu menjalankan empat pantangan yang disebut catur brata yaitu tidak menyalakan api/lampu (amatei geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak bekerja (amati karya), dan tidak menikmati kesenangan (amati lelanguan). Di Bali, yang mayoritas beragama Hindu, keempat pantangan ini dijalankan dengan baik. Selama 24 jam, jalanan sepi dan malam hari Bali seperti pulau mati karena gelap gulita. Tentu saja pengecualian berlaku pada fasilitas publik seperti rumah sakit. Dengan pelaksanaan nyepi yang disiplin dan khusuk, kontribusi terhadap penurunan emisi karbon sangatlah signifikan.

Di Wollongong, Nyepi nyaris tidak terasa. Pertama karena sangat sedikit yang menjalankannya dan kedua karena tidak diakui sebagai hari libur. Kehidupan berjalan seperti biasa. Bagi satu dua orang masyarakat Indonesia yang menjalankan catur brata penyepian, Nyepi di Wollongong benar-benar ‘sepi’ dari nuansa ritual apalagi jika dibandingkan dengan di Indonesia terutama di Bali. Namun begitu, tentunya makna peringatan Nyepi tidak berkurang, walau dengan berbagai penyesuaian.

Peringatan Nyepi yang dirangkai dengan Galungan dan Kuningan dalam bentuk persembahyangan dan sima krama alias silaturahmi diadakan di University of Sydney, di halaman Old Darlington School. Perayaannya dimeriahkan tari dan gamelan Bali, dibawakan oleh masyarakat Bali yang ada di Sydney dan sekitarnya. Perayaan ini bersifat terbuka bagi masyarakat umum yang berminat menyaksikan.

Selamat Galungan, Kuningan dan Nyepi bagi yang merayakannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: