Oleh: Andi Arsana | April 9, 2009

Pemilu di Wollongong

Panitia Pemilu

Panitia Pemilu

Untuk pertama kalinya dalam waktu yang tidak diketahui, masyarakat Indonesia di Wollongong dan sekitarnya mengadakan pemilu sendiri. Pada tanggal 9 April 2009, di Kampus Wollongong University dilangkusngkan pemungutan suara untuk Pemilu Legislatif .

Panitia pelilu, atau yang populer disebut KPPSLN, dikomandani Dr. Parulian Silaen, alias Pak Ully, terlihat sibuk sejak pagi. Selain ketua, KPPSLN terdiri dari Dr. Buyung Kosasih, Situ Nurul Hidayah, Timothy Hoevenagel, I Made Andi Arsana, Terry Wongso Setyo, dan Novi Syefriwanti Syafri. Ada yang menempel petunjuk agar para pemilih tidak tersesat, ada juga yang memasang berbagai selebaran informasi. Sementara itu yang lain menyiapkan meja dan kursi serta bilik pemungutan suara. Di sela-sela kesibukan, datang dua orang saksi pemilu dari PKS, siap untuk menjalankan tugasnya.

Selama pemilu, hampir tidak ada hal-hal yang luar biasa, semua berjalan lancar. Jumlah pemilih juga cukup banyak, lebih banyak dari yang diantisipasi sebelumnya. Selain sebagai pesta demokrasi, pemilu ini juga jadi ajang silaturahmi yang hangat bagi anggota masyarakat Indonesia di Wolongong dan sekitarnya. Dari sekian orang pemilih, nampak wajah-wajah yang belum pernah terlihat sebelumnya. Ada saja yang berkenalan dan antusias menyapa para pemilih. Tinggal di kota kecil seperti Wollongong ini memang semestinya akrab dan bersahabat. Pemilu adalah salah satu ajangnya.

Panitia yang bekerja tak kenal lelah dan masyarakat yang sadar berpartisipasi adalah paduan yang manis. Namun begitu, ada juga masyarakat yang datang tetapi namanya tidak tercantum dalam DPT padahal [katanya] sudah mendaftar. Ini adalah salah satu hal yang masih perlu dibenahi dari Pemilu tahun ini. Meski tidak memilih, banyak juga yang datang sekedar ngobrol atau menikmati makanan kecil yang disediakan panitia. Dari sekian banyak kejadian, ada beberapa yang berkesan, misalnya ada yang datang tidak dengan passpor sendiri tetapi passpor anaknya. Ada juga yang merasa tidak membawa passpor lalu pulang ke rumah tergesa-gesa, padahal passpornya di tas punggung yang dari tadi dibawa ke mana-mana. Pemilu di Wollongong memang menyisakan kisah-kisah unik yang menarik.

Malam sekitar jam 11, perhitungan suara dan segala sesuau berhasil dirampungkan tanpa kendala berarti. Dengan telak Partai Demokrat memenangkan pemilu di Wollongong dan sekitarnya. Hasilnya pun segera dibawa oleh Pak Ully ke Sydney untuk diserahkan pada panitia pusat. Lega rasanya pemilu berjalan dengan lancar. Semoga pemilu Presiden juga akan berjalan baik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: