Oleh: Andi Arsana | Juni 10, 2009

Semangat Baru PPIA Wollongong

PPI Australia

PPI Australia

Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia Wollongong sebenarnya sudah ada sejak lama. Penggiatnya telah berganti dari satu generasi ke generasi berikutnya. Satu dua tahun belakangan ini, karena berbagai situasi, PPIA mengalami sedikit kelesuan. Meski demikian, pengurus PPIA yang dikomandani Yudhistira Rifki berhasil mempertahankan organisasi meski di tengah situasi yang tidak mendukung. Apreasiasi perlu diberikan kepada Kiki (demikian sang presiden biasa dipanggil) atas usahanya mempertahankan semangat.

Berbekal berbagai diskusi dan pendekatan personal, PPIA bersepakat menyelenggarakan satu forum Mahasiswa Indonesia untuk membahas masa depan PPIA. Dalam forum itu, diselenggarakan juga pemilu untuk memilih pengurus PPIA yang baru.

Forum dihadiri sekitar 45 orang mahasiswa Indonesia dan berhasil menetapkan I Made Andi Arsana sebagai Presiden PPIA Wollongong periode 2009-2010. Dalam forum itu juga disepakati sebagai wakil adalah Yugo Negoro, Sekretaris dipercayakan kepada Terry Wongso Setyo dan Bendahara dipegang oleh Ajeng.

Dalam sambutannya, Andi menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak dan berjanji akan berusaha mengemban amanah yang diberikan. Berikut kutipan tulisan yang disampaikannya lewat dua milis masyarakat Indonesia di Wollongong.

Tidak banyak yang saya janjikan, kecuali berusaha semaksimal mungkin mengemban tugas mulia ini. Satu hal yang akan selalu saya usahakan adalah bahwa PPIA dirasakan keberadaannya, baik oleh anggota maupun orang luar yang berkepentingan. Idealnya PPIA harus menawarkan solusi, bukan beban.

Bagi pihak dan organisasi di luar PPIA, kita akan menjadi mitra yang baik dan saling mendukung. Keberadaan PPIA tidak akan menjadi saingan tetapi pelengkap. Seraya menjaga netralitas dan aturan organisasi, PPIA akan bekerjasama dengan siapa saja atas dasar saling menghormati. Kepada yang senior saya mohonkan kebijaksanaannya, kepada yang muda saya harapkan energi positifnya.

Saya sadar, anggota PPIA beragam macamnya. PPIA harus bisa seperti baju yang hadir dengan berbagai ukuran sehingga cocok untuk banyak orang. Meski begitu, PPIA tentu tidak mungkin mengakomodir semua keinginan. Untuk itulah kita akan tetap berkomunikasi. Saya akan mendengar teman-teman, terutama saat kita berbeda pendapat (Obama, 2008).

Di dalam PPIA saya rasa boleh ada mimpi yang tinggi, sekaligus harus ada praktik yang membumi. Boleh ada gagasan membangun bangsa, tanpa melupakan pentingnya tips belanja makanan halal bagi mahasiswa baru, misalnya. Boleh ada ide seminar internasional sekaligus tetap menikmati futsal yang menyegarkan.

Intinya kita akan bekerjasama, dan saya yakin kita bisa berperan sesuai porsi masing-masing. Sekali lagi, terima kasih, mohon doa dan dukungan teman-teman semua.

Saat berita ini diturunkan, PPIA sedang melengkapi kepengurusan sembari menjalankan beberapa program yang sudah bisa dijalankan. Selamat bekerja untuk pengurus PPIA yang baru.


Responses

  1. Hi saya baru saja pindah dari canberra ke Wollongong, kalau tidak keberatan bisa masukkan email saya ke ppia ? Thank you

  2. Yth Pengurus PPIA Wollongong

    Mohon kontak kepada siapa utk membantu mencarikan apartement. Kami berempat dari UNS Solo akan ada program Sandwich selama 3 bulan mulai tgl 22 september s,d 21 Desember 2011 di University of wollongong. terima kasih.

    Pranoto(pak_pran@yahoo.com)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: