Oleh: Andi Arsana | Agustus 15, 2011

Belajar Bahasa Indonesia

dipinjem dari blogspot

Setelah sekian lamanya, akhirnya blog ini diupdate juga. Tidak ada niat menyia-nyiakan apa yang sudah dimulai tetapi selalu saja ada alasan untuk tidak memutahirkan blog ini. KEMALASAN adalah salah satu alasan utama. Setelah posting terakhir di blog ini terkait Indonesia Day tahun 2009, sudah sangat banyak hal yang terjadi. Komunitas Indonesia di Wollongong juga sudah berganti anggota beberapa kali. Yang lama, seperti saya, masih bertahan tetapi yang baru dan akhirnya pergi lagi juga sudah banyak sekali. Karena berbagai kesibukan, banyak hal yang tidak tercatat.

Mengapa saya akhirnya mengupdate blog ini lagi? Saya merasa berhutang budi pada blog ini. Secara konsisten, sejak dia diciptakan, saya selalu menerima email dari orang yang ingin tahu tentang Indonesia. Mereka menemukan informasi dari blog ini. Ada yang sekedar bertanya tentang Bali, ada yang mencari penari Indonesia, ada yang bertanya urusan jodoh dan bahkan ada yang bertanya soal Bahasa Indonesia. Hal terakhir ini yang paling berkesan.

Suatu hari ada seseorang yang menghubungi saya, menanyakan  apakah ada orang yang bisa membantunya belajar Bahasa Indonesia. Tanpa basa-basi saya membalas emailnya, mengatakan bahwa saya tertarik untuk membantunya belajar Bahasa Indonesia. Dalam waktu singkat, saya mendapat telepon dari seorang perempuan 40an tahun. Dia ternyata sedang belajar Bahasa Indonesia di Sydney dan ingin memperdalam dalam bentuk percakapan. Merasa bukan guru Bahasa Indonesia sayapun menegaskan bahwa: 1) saya senang bisa membantu dia, 2) saya adalah seorang guru tetapi bukan guru Bahasa Indonesia, dan 3) saya adalah seorang penulis jadi memiliki pengetahuan yang cukup tentang Bahasa Indonesia. Intinya, saya tidak menjanjikan apa-apa tetapi bersedia bertemu untuk selanjutnya membiarkan dia menilai apakah saya layak mengajar dia atau tidak.

Pada suatu hari kami bertemu. Dalam waktu singkat dia mengiyakan bahwa saya bisa membantunya belajar Bahasa Indonesia. Dimulailah petualangan baru itu. Saya segera menjadi guru Bahasa Indonesia amatir. Ternyata tidak mudah menjelaskan Bahasa Indonesia kepada orang asing. Ada banyak hal yang dia tanyakan ‘why‘ dan tidak mudah bagi saya untuk menjawab. Sebagai penutur asli, saya tidak selalu berbahasa dengan alasan yang pasti. Penutur asli lebih banyak menggunakan perasaan dan ini tidak selalu bagus dampaknya jika harus mengajarkan bahasa tersebut kepada orang asing.

Dengan berbekal tekad dan niat tulus, akhirnya saya bisa bertahan dengan baik. Murid saya sepertinya cukup senang dengan apa yang saya ajarkan. Dia lebih banyak bertanya tentang Bali karena obsesinya untuk tinggal di Bali suatu hari nanti setelah dia pensiun. Selain mendapatkan pengalaman yang sangat menyenangkan, tentu saja saya mendapatkan uang. Meski tidak banyak, saya merasa telah dibayar cukup banyak mengingat saya bukanlah guru Bahasa Indonesia dan tidak pernah berharap mendapatkan keuntungan dari usaha saya mencintai tanah air saya melalui Bahasa Indonesia.

Ini tentu merupakan alasan yang cukup untuk saya kembali bergaul dengan blog ini. Selamat menikmati.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: